LENSAWIJAYA.WEB.ID | BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan siap menindaklanjuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melalui inspeksi berkala terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Farhan menyampaikan kesiapan tersebut pada Jumat (9/10/2026). Ia menegaskan, pemantauan langsung di lapangan akan menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.
“Siap, akan saya laksanakan sesuai arahan. Saya sudah terbiasa melakukan patroli, bahkan setiap hari Minggu berkeliling bersama camat dan lurah sejak pukul 04.00 hingga pukul 06.00 pagi, bahkan terkadang sampai tengah malam,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, selama ini patroli bersama jajaran kewilayahan, termasuk camat dan lurah, dilakukan untuk memantau kondisi masyarakat sekaligus melihat langsung pelaksanaan berbagai program pemerintah.
Selain pengawasan MBG, Farhan menekankan pentingnya keterpaduan program pendukung yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Salah satunya melalui program Dapur Dahsyat yang diharapkan berjalan selaras dengan inisiatif Sirkular Bandung Utama dan Karasa, termasuk dalam pengelolaan sampah serta pengembangan pertanian perkotaan.
Namun, Farhan mengakui pelaksanaan program-program tersebut belum merata di Kota Bandung. Implementasinya masih bersifat parsial dan baru diterapkan di sejumlah kelurahan.
“Saat ini program tersebut belum berjalan secara menyeluruh, masih bersifat parsial dan baru diterapkan di beberapa kelurahan saja,” tandasnya.
Penguatan pengawasan MBG dan koordinasi lintas kewilayahan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Catatan redaksi: Untuk memperjelas sumber arahan BGN secara spesifik, diperlukan informasi mengenai pejabat BGN yang menyampaikan arahan, waktu penyampaian, serta media atau forum penyampaiannya. Informasi tersebut belum tercantum dalam bahan berita yang tersedia sehingga tidak ditambahkan agar pemberitaan tetap akurat.
Hapus catatan redaksi sebelum tayang
Rapikan kutipan patroli yang terlalu panjang
Selaraskan judul dengan fokus utama berita
Redaksi : rizky

