Lensawijaya-BANDUNG – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul, menegaskan pentingnya pelestarian serta penulisan sejarah yang dilakukan secara akurat, objektif, dan berdasarkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai upaya menjaga identitas dan jati diri Kota Bandung.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Sejarah Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Savoy Homann, Bandung.
Dalam kesempatan itu, Rizal memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang menunjukkan kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sejarah masih sangat kuat.
“Kepedulian terhadap sejarah merupakan langkah penting dalam menjaga identitas, karakter, serta nilai-nilai budaya yang dimiliki suatu daerah,” ujarnya.
Rizal menjelaskan bahwa Kota Bandung telah memiliki regulasi di bidang kebudayaan yang menjadi landasan dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan berbagai potensi seni dan budaya daerah. Sebagai kota jasa, Bandung memiliki kekayaan budaya yang harus terus dipelihara agar tetap menjadi ciri khas dan daya tarik kota.
Ia juga mengingatkan bahwa DPRD memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang terus diarahkan untuk mendukung pelestarian sejarah dan kebudayaan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurutnya, sejarah memiliki peran strategis sebagai pijakan dalam memahami perjalanan suatu bangsa maupun daerah. Oleh karena itu, proses penulisan sejarah harus dilakukan secara profesional, berdasarkan fakta, serta tidak dipengaruhi oleh kepentingan tertentu.
“Sejarah harus ditulis berdasarkan fakta dan referensi yang kuat agar dapat menjadi sumber pembelajaran yang benar bagi generasi penerus,” tegasnya.
Di era digital saat ini, lanjut Rizal, akses terhadap informasi sejarah memang semakin mudah. Namun, setiap informasi tetap harus melalui proses verifikasi dan kajian yang mendalam agar kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap Bimbingan Teknis Penulisan Sejarah Tahun 2026 mampu meningkatkan kapasitas para peserta dalam mendokumentasikan sejarah secara lebih baik, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya di Kota Bandung.
Selain itu, Rizal turut menyinggung rencana penataan kelembagaan di bidang kebudayaan yang diharapkan dapat memberikan perhatian dan fokus yang lebih besar terhadap pengembangan serta pelestarian budaya di Kota Bandung.
Redaksi rizky

